Cara Membuat Makalah

Saat duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi pasti tidak terlepas dari tugas-tugas ya?

Nah, salah satu tugas yang paling sering diberikan oleh guru ataupun dosen adalah tugas makalah.

Pada tutorial ini saya akan sharing bagaimana cara membuat makalah dengan tepat.

Yuk langsung aja

Pengertian Makalah

white printer paper lot

Tapi sebenarnya, bagaimana cara membuat makalah yang baik dan benar?

Untuk mengetahui cara membuat makalah, maka kamu bisa melihat cara-caranya di bawah ini ya.

Mungkin kamu belum mengetahui apa itu makalah ya, sebelum kita mengetahui bagaimana cara membuat makalah, maka kita akan mengetahui berbagai hal mengenai makalah terlebih dahulu.

Secara umum, pengertian dari makalah adalah salah satu karya tulis yang bersifat ilmiah dan makalah ini membahas suatu permasalahan tertentu yang disesuaikan dengan kajian teori atau kajian lapangan.

Tujuan dari dibuatnya makalah yaitu untuk mengerjakan tugas tertentu yang diberikan oleh seseorang yang biasanya memiliki jabatan lebih tinggi ataupun setara.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya makalah maka bisa memenuhi berbagai tugas baik akademik ataupun non-akademik.

Makalah juga bermanfaat untuk sarana informasi, demonstrasi dan juga pemahaman penulis mengenai pokok dari permasalahan yang dikaji dalam diterapkannya suatu prosedur.

Teori yang memiliki hubungan dengan masalah tertentu ataupun prinsip.

Banyak yang mengira bahwa makalah merupakan sebuah rangkuman, padahal kenyataannya makalah adalah suatu sarana untuk dapat menunjukkan pemahaman seseorang terhadap isi dari berbagai sumber dari pembuatan makalah untuk bisa memecahkan suatu masalah.

Udah mulai ngerti sedikit kan bagaimana cara membuat makalah? 🙂

Pengertian Makalah Menurut Para Ahli

man writing on paper

Sedangkan pengertian makalah menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Pengertian Makalah Menurut KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI pengertian dari makalah yaitu suatu karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

2. Pengertian Makalah Menurut Sudjana

Sudjana mengartikan makalah yaitu sebagai jenis tugas kuliah yang harus diselesaikan secara tertulis baik sebagai hasil pembahasan buku (book report) maupun sebagai hasil karangan mengenai suatu pokok persoalan.

3. Pengertian Makalah Menurut W.J.S. Poerwadarminta

Menurut W.J.S. Poerwadarminta makalah adalah suatu uraian tertulis yang membahas mengenai masalah tertentu yang dikemukakan untuk menggali pembahasan lebih lanjut.

4. Pengertian Makalah Menurut Zainal Arifin

Sedangkan menurut Zainal Arifin makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan temuan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif.

Ciri-Ciri atau Karakteristik Makalah

Makalah tentunya memiliki ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan karya tulis lainnya. Berikut ini ciri-ciri dari makalah yang perlu kamu ketahui:

  1. Makalah merupakan hasil dari suatu kajian literatur, atau juga laporan dari suatu kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya seperti kegiatan lapangan. Nah, kegiatan lapangan yang kamu lakukan tersebut nantinya dituangkan ke dalam isi makalah untuk dibahas secara detail mengenai pokok masalah apa yang nantinya diambil.

Saya pernah melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) saat masih SMK di salah satu rayon PLN yang berada di Jawa Barat selama kurang lebih tiga bulan sebagai salah satu syarat lulus SMK. Selama PKL di sana, saya memilih tema tertentu yang saya anggap dapat dibahas di dalam makalah. Setelah makalah selesai, dan di approve oleh guru pembimbing, maka saya langsung presentasi saat sidang dengan tanggal yang sudah ditentukan.

  1. Ciri yang selanjutnya adalah makalah dapat mendemonstrasikan pemahaman penulis ataupun kelompok yang membuat makalah tersebut mengenai permasalahan teoritik atau sebagai sarana dalam penerapan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan topik permasalahan.
  2. Sedangkan ciri yang ketiga yaitu bisa menunjukkan pemahaman penulis atau kelompok orang yang membuat makalah tersebut atas isi makalah yang dibuat dari berbagai sumber yang digunakan dalam penyusunannya.
  3. Dan ciri yang keempat yaitu makalah dapat mendemonstrasikan kemampuan dari si penulis dalam meramu berbagai sumber informasi ke dalam sintesis yang utuh. Sehingga dapat dikatakan bahwa makalah merupakan salah satu bentuk dari hasil suatu pemikiran si penulis makalah atau kelompok yang membuat makalah tersebut dalam memahami topik tertentu yang dibahas.

Fungsi Makalah dan Manfaat Makalah

Fungsi makalah

  1. Fungsi yang pertama adalah agar bisa melatih penulis makalah sehingga ia mampu menyusun karya ilmiahnya secara baik dan benar.
  2. Memperluas wawasan keilmuan untuk penulis makalah.
  3. Selanjutnya adalah dapat memberikan sumbangan pemikiran, baik dengan konsep teoritis ataupun juga dengan konsep praktis.
  4. Dan yang terakhir, makalah berfungsi untuk memberikan manfaat perkembangan suatu konsep keilmuan ataupun pemecahan masalah.

Manfaat membuat makalah

Makalah juga memiliki manfaat yang tak kalah penting. Berikut ini beberapa manfaat dari makalah yang perlu kamu ketahui:

  1. Kamu bisa belajar dalam memahami masalah yang dipilih dalam tema makalah dan mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
  2. Dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang selama ini kamu pelajari untuk selanjutnya diterapkan di lapangan.
  3. membuka pikiranmu dan memahami berbagai masalah yang terjadi di lapangan.

Kriteria Makalah yang Baik dan Benar

Perumusan dan Penulisan Judul yang Baik dan Benar Halaman 1 - Kompasiana.com

Tentu pembuatan makalah tidak boleh asal, karena untuk menciptakan suatu makalah yang baik dan benar maka dibutuhkan beberapa kriteria. Jika kamu ingin membuat suatu makalah, maka harus memenuhi kriteria di bawah ini ya.

1. Akurat dan Menyeluruh

Makalah yang kamu susun haruslah memberikan informasi yang akurat dan disertai dengan bukti yang akurat juga. Jadi, secara keseluruhan makalah harus akurat.

Kamu perlu memastikan bahwa data dari hasil penelitian yang dilakukan sesuai dengan fakta yang sebenarnya, memiliki gagasan yang akurat, lengkap dan juga pasti.

2. Harus Menyertakan Sumber Terpercaya

Makalah yang kamu buat haruslah memiliki sumber yang terpercaya sehingga isi dari makalah tersebut berkualitas dan juga memiliki berbagai informasi yang valid. Jadi, jika makalah yang kamu buat secara asal maka isi dari makalah tidak valid dan nantinya tidak bisa dijadikan sebagai referensi untuk membuat makalah lainnya.

3. Seimbang

Kriteria makalah yang baik dan benar yang selanjutnya adalah harus seimbang. Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya makalah yang dibuat haruslah bersumber dari informasi yang terpercaya dan menyertakan juga pendapat yang objektif.

Lalu, informasi yang ada di dalam makalah juga harus memperhatikan kelebihan dan juga kekurangannya, jadi makalah bisa seimbang.

4. Tersusun dengan Baik

Makalah yang dibuat tentunya sudah ada strukturnya sendiri sehingga kamu harus mengikuti struktur yang ada. Saya pernah membuat salah satu makalah yang pada saat itu ada struktur yang terlewat sehingga tidak saya terapkan di makalah yang saya buat, hasilnya saya diharuskan untuk merevisi makalah tersebut hingga makalah benar-benar sesuai dengan ketentuannya.

Dengan struktur makalah yang baik, maka nantinya makalah akan lebih mudah dipahami dan yang pasti akan membuat kita belajar mengenai bagaimana cara membuat makalah yang baik dan benar.

Jenis-Jenis Makalah

Makalah sendiri memang terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu makalah biasa dan makalah posisi. Berikut penjelasan mengenai kedua makalah tersebut:

Makalah Biasa

Yang pertama adalah makalah biasa, makalah ini bisa juga disebut dengan common paper. Makalah biasa adalah suatu makalah yang dibuat dengan tujuan untuk memperlihatkan pemahaman si penulis terhadap masalah dan topik yang sedang dibahas di makalah tersebut. 

Namun secara deskriptif, penulis makalah biasa dapat memberikan opininya atau sudut pandangnya mengenai masalah atau topik yang sedang dikaji. Selain itu, penulis makalah biasa juga dapat menuangkan pendapatnya baik berupa kritik atau saran mengenai pandangannya di makalah itu.

Makalah Posisi

Yang kedua ada makalah posisi atau bisa juga disebut dengan position paper. Makalah jenis ini merupakan suatu makalah yang menunjukkan adanya posisi teoritik penulis di dalam suatu kajian ilmiah.

Makalah posisi ini juga meminta penulis agar tidak hanya menguasai pengetahuan yang tertentu saja, tetapi penulis juga wajib untuk menunjukkan di posisi mana ia berdiri dan apa saja alasan yang mendukung sesuai dengan teori dan data yang relevan.

Maka dari itulah penulis makalah posisi dituntut untuk bisa mempelajari mengenai berbagai pandangan yang berbeda. Setelah itu, barulah penulis dapat memihak terhadap satu tesis dari berbagai pandangan yang ada itu. Sehingga dengan kemampuan analisis tersebut, maka sintesis dan evaluasi sangatlah dibutuhkan untuk bisa membuat makalah posisi ini.

Jenis Makalah Berdasarkan Sifat dan Jenis Penalaran yang Digunakan

236. Menulis makalah – Tektonesiana

1. Makalah Induktif

Makalah induktif merupakan suatu bentuk makalah yang penyusunan menggunakan data-data penelitian empiris dan bersifat objektif.

Makalah induktif juga dibuat berdasarkan dengan apa yang penulis dapatkan di lapangan dan sesuai dengan permasalahan apa yang dibahas di makalah yang ia tulis.

Contoh:

“Makalah ini dibuat berdasarkan dengan persoalan pemilihan umum (pemilu) yang terjadi di Indonesia. Dengan diadakannya pemilu maka ada berbagai data yang ada dan juga akan menentukan siapa yang akhirnya terpilih. Dalam hal ini dilakukan secara induktif dan dibuat berdasarkan dengan data-data yang relevan.”

2. Makalah Deduktif

Makalah deduktif adalah makalah yang membahas permasalahan pada kajian-kajian teoritis.

Permasalahan yang dibahas ini biasanya yang paling dekat dengan persoalan kehidupan di dalam masyarakat.

Contoh:

“Salah satu masalah yang terjadi di lingkungan padat penduduk adalah arus pendek listrik yang bisa menyebabkan kebakaran. Selain itu, kebakaran juga bisa disebabkan karena tumpukan kabel yang berantakan di beberapa pemukiman padat penduduk.”

3. Makalah Campuran

Nah, makalah campuran ini adalah gabungan dari makalah induktif dan deduktif. Ada beberapa jenis makalah campuran, antara lain:

  • Makalah kerja
  • Makalah ilmiah
  • Makalah kajian
  • Makalah tanggapan
  • Makalah posisi
  • Makalah analisis

“Ada suatu seminar yang dilakukan secara langsung. Namun sayangnya saat seminar berlangsung itu, banyak peserta yang tidak terlalu aktif dan bahkan sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Hal ini penting untuk diteliti, apakah seminar kurang menarik atau ada hal lainnya yang membuat peserta tidak fokus ke seminar.”

Struktur Makalah

Di bagian struktur makalah ini sangat penting untuk kamu ketahui sehingga nantinya kamu tidak kebingungan dalam membuat suatu makalah.

Selain itu, pada saat kamu ingin mulai mengetik makalah, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat struktur malah. Berikut ini struktur makalah yang perlu kamu ketahui.

1. Cover Makalah

Cover atau sampul makalah adalah halaman paling depan yang memuat judul, logo, identitas penulis, tempat dan tahun diterbitkannya makalah tersebut.

Untuk bagian cover atau sampul ini maka harus menggunakan penulisan rata tengah (center) sehingga cover makalah akan terlihat lebih rapi dan mudah untuk dibaca.

Contoh:

Source: https://www.academia.edu/38059039/MAKALAH_MAKALAH_ISU_ISU_KONTEMPORER_docx

2. Kata Pengantar

Meskipun banyak yang menyepelekan kata pengantar, padahal kata pengantar ini sangatlah penting untuk sebuah makalah lho.

Fungsi dari kata pengantar yaitu sebagai pengantar sehingga para pembaca makalah kamu bisa melihat pandangan umumnya.

Kata pengantar ini bisa ditulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Contoh:

Source: slideshare.net/pujiwinarni74

3. Daftar Isi

Daftar isi adalah sebuah halaman yang berisikan informasi mengenai halaman-halaman pada makalah yang kamu buat.

Fungsi dari daftar isi adalah untuk memudahkan para pembaca dalam menemukan informasi tertentu.

Daftar isi harus dibuat dengan memberikan keterangan halaman pada setiap bab maupun sub-bab di makalah yang kamu buat.

Contoh: 

4. Pendahuluan

Pada bab pendahuluan ini berisi 3 sub-bab, antara lain:

a. Latar Belakang

Alasan kenapa kamu membuat masalah tersebut dan hal apa yang membuat kamu ingin menyelesaikannya.

cara membuat makalah

b. Rumusan Masalah

Sedangkan di bagian rumusan masalah, kamu bisa menuliskan berbagai pertanyaan dari latar belakang yang sebelumnya telah kamu tulis.

c. Tujuan

Sesuai dengan namanya, di sub-bab tujuan ini kamu harus mengisi apa yang menjadi tujuan kamu dalam pembuatan makalah tersebut.

5. Pembahasan/Isi

Selanjutnya adalah pembahasan atau isi yang menjadi inti dari makalah yang kamu buat. Pada bagian pembahasan atau isi ini berisikan berbagai uraian pokok dari permasalahan yang kamu bahas.

Karena bagian ini sangatlah penting, maka kamu harus menyesuaikannya dengan latar belakang, rumusan masalah, dan juga tujuan yang sebelumnya telah kamu buat.

Biasanya di bagian pembahasan ini berisikan landasan teori, uraian materi, penyelesaian dari permasalahan yang dibahas.

Contoh:

6. Penutup

Penutup terdiri dari:

1. Kesimpulan

Kesimpulan berisi tentang ringkasan dari hasil pembahasan makalah yang telah kamu buat. Untuk bagian kesimpulan ini hanya ambil poin-poin pentingnya saja.

Contoh:

2. Saran

Sedangkan untuk saran merupakan bagian yang ditujukan dari penulis kepada para pembaca. Saran sendiri bisa berisi apa saja yang menjadi harapan penulis agar makalah yang dibuat bisa bermanfaat dan selanjutnya diterapkan oleh pembaca.

Contoh:

contoh saran makalah

7. Daftar Pustaka

Dan untuk bagian ini berisikan berbagai daftar referensi yang digunakan oleh penulis dalam membuat makalah. Untuk daftar referensi yang digunakan bisa berupa jurnal, buku, atau informasi valid dari internet.

Contoh:

Langkah-Langkah Membuat Makalah

Bingung menulis nama pengarang pada daftar pustaka? Ikuti cara ini |  merdeka.com

Pembahasan yang terakhir adalah langkah-langkah dari membuat makalah.

Mungkin kamu belum mengetahui bagaimana langkah-langkah membuat makalah atau sering keliru mengenai langkah apa sih yang sebenarnya perlu lakukan terlebih dahulu.

Sebenarnya saya juga dulu pernah merasakan hal yang sama yaitu keliru dalam menetapkan langkah apa yang perlu dilakukan terlebih dahulu.

Karena kekeliruan tersebut, akhirnya saya mengulang kembali penulisan makalah. 🙁

Agar tidak terjadi hal serupa, kamu perlu mengetahui langkah-langkah dengan tepat ya.

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan.

1. Menentukan Tema/Topik Pembahasan

Kamu ingin membuat makalah maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan menentukan tema atau topik apa yang kamu ingin bahas.

Jika kamu sudah mendapatkan tugas dari guru/dosen dan temanya memang sudah ditentukan, maka kamu bisa lanjut ke tahap berikutnya ya.

Namun jika belum, maka kamu harus menentukan terlebih dahulu tema atau topik apa yang ingin dibahas.

Hal ini karena pemilihan tema sangat mempengaruhi tingkat kesulitan serta estimasi waktu pengerjaan makalah nantinya.

Sebisa mungkin, pilihlah tema yang sekiranya kamu kuasai dan kamu telah memiliki wawasan lebih pada topik tersebut.

2. Tentukanlah Judul Makalah

Setelah kamu menentukan tema atau topik apa yang ingin kamu bahas, maka selanjutnya tentukanlah judul makalah yang akan kamu buat.

Sebaiknya buatlah judul yang menarik.

Selain menarik (tidak membosankan), judul yang dibuat juga harus jelas dan berhubungan dengan tema apa yang kamu pilih.

3. Kumpulkan Bahan Referensi

Langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah dengan mengumpulkan sumber referensi sebanyak-banyaknya atau seperlunya sehingga akan mendukung proses penyusunan makalah yang nantinya kamu buat.

Semakin berkembangnya zaman, referensi pun bisa ditemukan dengan lebih mudah.

Referensi bisa kamu dapatkan dari berbagai jurnal, buku, atau artikel yang ada di internet.

Khusus untuk artikel yang ada di internet, sebaiknya pilihlah sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Tulislah Makalah dengan Sistematis

Dalam menulis makalah, sebaiknya kamu lakukan dengan sistematis dan tentunya juga sesuai dengan struktur makalah yang sudah dijelaskan di atas tadi.

Mulai dari bagian pendahuluan, fokuslah terhadap isi makalah, kemudian tutup dengan poin-poin dari makalah yang kamu buat.

Jangan lupa juga kamu harus berkutat pada data atau fakta yang ada ya.

Intinya, kamu harus selalu objektif dalam menguraikan permasalahan yang ada dan beserta dengan solusinya.

5. Sunting Makalah

Meskipun makalah sudah kamu selesaikan, jangan terburu-buru untuk mempublishnya.

Tapi lakukanlah penyuntingan agar makalah tersebut tidak ada kesalahan.

Kamu perlu melakukan cek apakah makalah dibuat sudah sesuai dengan struktur makalah yang ada.

Cek juga kesalahan ejaan, penulisan, dan gaya bahasa yang kamu gunakan dalam penulisan makalah itu.

Setelah semuanya kamu cek dan beres, kamu bisa langsung mempublikasikannya.

Yang perlu kamu ingat dalam pembuatan sebuah makalah yaitu seorang penulis harus memperhatikan beberapa hal penting untuk mempermudah penyusunan makalah dan juga memperjelas isi dari makalah tersebut.

Selain struktur makalah, kamu juga perlu memperhatikan beberapa hal lain seperti tata bahasa dan sumber referensi yang digunakan.

Demikian penjelasan mengenai cara membuat makalah yang baik dan benar. Semoga setelah membaca penjelasan ini hingga selesai, kamu bisa dengan mudah membuat makalah ya, selamat mencoba!

Leave a Comment