Beda Entry Level Mainstream High End Flagship Ternyata Simpel

Beda entry level mainstream high end flagship banyak dicari. Ini wajar mengingat istilah ini sendiri semakin populer di dunia gadget.

Hampir setiap ponsel keluaran terbaru menggolongkan jenisnya ke salah satu istilah di atas. Oleh sebab itu, tidak mengetahui maksudnya bisa sedikit membingungkan.

Pengertian masing masing istilah tersebut

Sebelum mengetahui tentang Beda entry level, mainstream, high end, flagship, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu pengertian masing-masingnya.

Mengetahui pengertian masing-masing istilah sangat penting, agar gak ketuker dan salah pengertian.

Dengan mengetahui pengertian tersebut, membedakan satu sama lain tidak akan terasa sulit. Oleh sebab itu, berikut ke empat istilahnya.

Entry Level

handphone xiaomi redmi 9 adalah contoh handphone entry level terbaik

Entry level adalah istilah pertama yang akan dibahas dalam ulasan tentang Beda entry level, mainstream, high end, flagship.

Sebenarnya di beberapa tempat, istilah entry level kurang populer.

Itu karena, namanya sendiri lebih dikenal dengan sebutan low end. Intinya ini adalah ponsel dengan kualitas paling standar.

Segalanya sangat terbatas. Tentu hal tersebut akan berefek pada harga yang semakin murah. Kisaran uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan ponsel entry level tidak besar.

Untuk mendapatkannya, seseorang hanya perlu mengeluarkan uang di angka 300 ribu hingga 1,5 juta rupiah. Walaupun terkesan standar, produsen tidak akan berhenti memproduksinya.

Itu karena, pasar ponsel menengah ke bawah memang sangat luas. Walaupun perangkat ini kapasitasnya terbatas, bukan berarti penggunaan tidak bisa dilakukan secara nyaman.

Penggunaan tetap bisa dilakukan secara nyaman. Itu karena, kegiatan ringan seperti chatting atau berselancar di internet tetap bisa dilakukan.

Jika melihat pada spesifikasi, tedapat beberapa ciri yang nampak jelas pada ponsel entry level. Tentu ciri ini juga sangat penting ketika mengulas Beda entry level, mainstream, high end, flagship.

Ciri pertama terletak pada layar. Tidak akan terlalu besar, layarnya pasti berukuran 5 inch ke bawah. Ciri jelas juga terlihat pada RAM.

Biasanya RAM tersebut berada di kisaran 256 MB hingga 1 GB. Baterainya juga tidak besar. Kapasitasnya hanya berada di kisaran 1500 hingga 2000 mAh.

Jangan lupakan juga prosesornya. Prosesor yang digunakan biasanya adalah dual core. Beberapa juga sering menggunakan quad core.

Mainstream

Handpone xiaomi redmi note menjadi handphone maisntream terbaru di tahun ini
computerhoy.com

Dari jenis entry level, mari berlanjut ke ponsel mainstream. Ini juga penting ketika mengulas Beda entry level, mainstream, high end, flagship.

Intinya, mainstream adalah jenis yang satu tingkat di atas entry level. Ciri pertama dari ponsel yang dapat dikategorikan mainstream terletak pada harga.

Untuk mendapatkannya, seseorang tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Itu karena, uang yang dibutuhkan hanya berkisar antara 1,5 hingga 2,5 juta rupiah.

Jika entry level hanya bisa digunakan untuk kegiatan ringan, ponsel mainstream sudah bisa digunakan untuk penggunaan normal. beberapa aplikasi game dan fotografi sudah bisa digunakan.

Namun tentu, masih banyak batasan yang tidak bisa dilewati. Sebenarnya, ponsel mainstream sendiri kebanyakan ditargetkan untuk anak muda.

Itu karena, ponsel ini tidak memiliki harga yang terlalu tinggi namun sudah bisa digunakan untuk berbagai hal. Terdapat beberapa ciri yang membuat ponsel mainstream semakin khas.

Ciri pertama terletak pada layar. Tidak ada ponsel mainstream yang ukuran layarnya di bawah 5 inch. Ukuran layar tersebut pasti 5 inch ke atas.

Jangan lupakan prosesor quad core yang pasti ditambahkan. Chipsetnya sendiri biasanya memakai snapdragon 425.

Ciri utama dari ponsel mainstream terletak pada RAM. RAM ini biasanya berada di kisaran 2 GB.

Baterai juga perlu dibahas dalam ulasan tentang Beda entry level, mainstream, high end, flagship. Biasanya, ponsel mainstream memiliki baterai dengan kapasitas 2000 mAh.

High End

Handphone high end mi 10 series yang menjadi paling terbaik dikelasnya
https://www.notebookcheck.net/

Selanjutnya adalah jenis high end. Keberadaannya cukup penting dalam ulasan mengenai Beda entry level, mainstream, high end, flagship.

High end berposisi di atas mainstream. Ketika digunakan, seseorang akan merasa cukup puas. Itu karena, spesifikasi yang dimilikinya lumayan tinggi.

Ciri utama dari ponsel High end dapat dilihat dari harga. Harga yang dipatok untuk mendapatkan ponsel ini cukup tinggi yaitu di kisaran 2,5 hingga 4,5 juta rupiah.

Harga ini biasanya digolongkan untuk ponsel kelas atas. Itu nampak jelas jika melihat pada hampir setiap pabrikan.

Beberapa game berukuran berat bisa digunakan oleh ponsel high end. Selain itu, fitur video 4K juga mungkin digunakan.

Menurut saya, kamu yang memiliki hobi fotografi juga layak memilih ponsel tipe ini. Itu karena, ponsel ini biasanya memiliki kamera dengan resolusi tinggi.

Jangan lupakan juga ciri jelas yang nampak dari spesifikasinya. RAM ponsel ini cukup tinggi. RAM tersebut berada di kisaran 3 hingga 4 GB.

Jangan lupakan keberadaan memori internal. Memori internal yang dimiliki berada di angka 32 hingga 64 GB.

Keberadaan chipset juga bisa dijadikan patokan. Chipset tersebut pasti berjenis snapdragon 625 atau lebih tinggi.

Ingat juga ciri yang dimiliki layarnya. Ini juga sangat penting dalam pembahasan mengenai Beda entry level, mainstream, high end, flagship.

Ponsel ini tidak akan memiliki layar dengan ukuran di bawah 5,5 inch. Ukuran layarnya pasti 5,5 inch atau lebih besar lagi.

Flagship

Samsung s21 salah satu handphone flagship terbaik tahun 2021
www.phoneweek.co.uk

Jenis terakhir yang bertindak sebagai jenis terbaik adalah ponsel flagship. Ini adalah tingkatan tertinggi yang sering kali disebut premium.

Mendapatkannya sendiri membutuhkan biaya cukup besar. Jika ingin mendapatkan ponsel flagship, seseorang perlu mengeluarkan biaya di atas 5 juta rupiah.

Harga ini bahkan bisa semakin meningkat. Pada beberapa kondisi, ponselnya bahkan mencapai belasan juta hingga puluhan juta rupiah.

Tentu spesifikasi yang dimilikinya sangat baik. layar ponselnya saja memiliki ukuran minimal 6 inch. Tidak ada ponsel flagship dengan ukuran layar lebih kecil.

Jangan lupakan juga kapasitas RAM nya. Ponsel flagship memiliki kapasitas RAM yang tidak main-main.

Dalam standar minimal, RAM tersebut biasanya berada di angka 6 GB. Tentu keberadaannya bisa semakin meningkat.

Jangan lupakan juga keberadaan ROM sebagai penunjang. Ponsel flagship memiliki kapasitas ROM 128 GB ke atas.

Iphone dan Samsung adalah pabrikan dengan ponsel flagship terbanyak. Pabrikan lain biasanya memiliki seri khusus untuk ponsel flagship.

Sebagai contoh, Xiaomi memiliki seri black shark yang bisa dimasukkan ke dalam flagship. Lalu selain Xiaomi, ASUS juga mengalami kesuksesan dengan seri ROG nya.

Beda Entry Level Mainstream High End Flagship

Jika dilihat dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa beda istilah-istilah ini sangat jelas. Intinya ke empat istilah tersebut bertingkat sesuai kualitas.

Entry level adalah kualitas terendah dan tentu termurah. Di atasnya ada mainstream yang sudah lebih baik dengan harga yang lebih tinggi.

Lalu untuk di atasnya, adalah jenis High End yang spesifikasinya sudah sangat tinggi. Sebagai pemuncak sendiri, terdapat jenis flagship yang tidak memiliki saingan serupa.

Sebenarnya seseorang tidak perlu terpaku untuk membeli ponsel flagship. Carilah ponsel yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan. itu karena, harga tidak bisa menjamin kenyamanan tersebut.

Dengan uraian di atas, perbedaan mengenai ke empat istilah tersebut pasti dipahami. Lagi pula, pembahasan tentang Beda entry level, mainstream, high end, flagship di atas cukup simpel.

Leave a Comment